OPTIONALLY LANGUAGE,,,,

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 23 Juni 2011

PIPING WORK

“lateral”
        untuk pertama kalinya tampumargana memposting tentang berbagi pengetahuan dan pengalaman kerja (masih bercerita tanpa suara) ,mudah-mudahan akan berlanjut dan bisa berguna untuk teman-teman yang lagi blogwalking,yang kebetulan berprofesi yang sama.

        Istilah lateral atau pemakaian  nama lateral dalam ilmu pemipaan  bisa di artikan sebagai pencabangan pipa. Atau biasa di sebut “TEE”  yang biasanya memakai sudut di bawah 900 (10- 890) atau lancip.
bagian-bagian dari lateral

        Berbagai rumus dan bagan (template) yang biasa di aplikasikan pada pebuatan lateral.dalam berbagai hal atau pengerjaan lateral ini ada yang sudah dalam bentuk fitting,artinya berbentuk barang jadi dari berbagai industri  pembuat pipa (fitting) tapi pada kesempatan lain kita meski membuat sendiri sesuai dengan dimensi yang di butuhkan di lapangan ( punya spesifikasi khusus).

        Dalam prakteknya lateral ini di pakai pada jalur blowdown(BD) atau pada jalur drain ( DR )  yang pada operation system nya juga tidak menggunakan preasure ( lebih simpelnya mengalir saja) dan penginstalannya juga dengan slope (miring) normalnya 1/500 (sekitar 0.10


        Pada gambar di atas  kita bisa melihat bagian-bagian utama dari lateral tersebut,yaitu header ( jalur utama ) dan branch ( cabang ).


         Lateral ini juga bisa di bagi atas 2 jenis yaitu reducer dan equal. Reducer adalah  OD ( outside Diameter ) dari header dan branch tidak sama di mana header OD>(lebih besar) branch OD.
          Sementara equal adalah OD kedua jalur baik header maupun branch mempunyai ukuran penampang yang sama


reducer lateral



equal lateral


        Pada  posting berikutnya kita akan mencoba membuat template untuk pabrikasi lateral ini dari berbagi ukuran (OD branch dan OD header) sudut lateral , tongkrongi terus tampumargan.com

Rabu, 15 Juni 2011

ASAL CUAP-CUAP

“CELOTEH KU”
 
     Miris hati kala membaca berita  di harian online nasional, adanya bocah kerdil usia 10 tahun tapi berat badan tak lebih dari 7 kg, di bumi yang kaya akan mineral,sumber energy bumi,tenaga kerja ahli dan sumber lain di Indonesia tercinta ini.

        Tapi ini bukan cerita tapi nyata terjadi dan bukan hal baru dan pertama kita baca atau saksikan di berita baik media cetak maupun media elektronik lainnya,ini adalah fenomena sosial yang sangat membuat hati terasa miris.

        Negara yang mengakui persamaan hak dan kewajiban sebagai warga Negara di bawah naungan UUD 1945  (pasal 27 ayat 2 ) dan Pancasila-nya ( kenyataannya?)
Untuk mendirikan rumah ibadah saja rasanya lebih sulit dari pada mendirikan tempat hiburan malam,( sila pertama Ketuhanan yang  maha esa) yang kita yakin para perumus pancasila itu paham betul bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan,jadi dalam hidup berbangsa dan bertanah air Tuhan ada di posisi ter-atas dan paling utama.

        Anehnya semua warga Negara ini mengaku menganut salah satu agama tau pun kepercayaan,dan menurut banyak orang dari berbagai agama dan kepercayaan  yakin ;”tak satu pun agama atau kepercayaan yang tidak  mengajarkan kasih terhadap sesama umat manusia

        Dalam konteks kasih ini adakah pemerintah atau siapa pun di negri ini yang terbuka hatinya untuk menolong dan memikirkan langkah-langkah konkrit ke depan untuk paling tidak me-minimalis kasus kurang gizi,atau pun susahnya akses rakyat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan?

 Kita tetap optimis akan hal itu. Yang jadi pertanyaan kapan itu di mulai?

        Pada era orde baru kita bisa melihat dan merasakan pelayanan kesehatan masyarakat yang sampai ke pelosok desa,contohnya BKIA,POSYANDU,PUSKESMAS dll,pada saat itu yang menjadi kendala adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengobatan modern dan para masyarakat  masih lebih menaruh kepercayaan terhadap dukun beranak atau tabib yang dalam istilah modern di sebut pengobatan alternatif.

        Tapi entah mengapa badan pelayanan kesehatan masyarakat tersebut serasa hilang atau pudar,yang ada lebih canggih dan modern yaitu; klinik umum,klinik persalinan,dokter praktek,bidan praktek dll.yang pada dasarnya tidak GRATIS  alias mahal.

        Memang posyandu masih ada dan lebih bagus penampilan dan fasilitasnya tapi mutu pelayanannya yang jadi tanda tanya,(?) dan tak heran banyak warga ekonomi  mampu pun memakai jasa posyandu dan yang pasti dapat pelayanan lebih dong.

        Seandainya ada rasa ke pedulian di antara warga,hal seperti di atas akan dapat di hindari,contohnya tetangga punya rasa iba dan tidak sanggup menolong  secara materi mungkin mereka bisa menginformasikan ke pemerintah daerah ( paling dekat RT/RW) dan selanjutnya ke pihak pelayanan kesehatan masyarakat terdekat.

        Tapi itu Cuma celotehan ku karena semua orang tahu di Indonesia tidak ada yang gratis kencing aja bayar, iya kan???
       

Sabtu, 11 Juni 2011

WONDER WOMAN

Seorang  wanita melahirkan 8 bayi dalam waktu 11 bulan


Dengan cara yang aneh, seorang wanita telah melahirkan  tujuh bayi dalam kurun waktu 11 bulan, tiga laki-laki dan empat perempuan.

Wanita, Ny Donatus Precious yang tinggal di Aguda, Suru-Lere, Lagos, melahirkan anak pertamanya pada bulan Agustus 2009, setelah 11 tahun tanpa anak, tetapi bayi meninggal lima hari kemudian.

              Sepuluh bulan kemudian, Ny Precious menyampaikan tujuh bayi dalam interval satu bulan. Istri dari Bapak Donatus Ogbonna, seorang pebisnis dari Imo state

Dia mengatakan bahwa pada kelahiran bayi pertama, mereka tidak tahu bahwa akan menjadi awal dari perjalanan dia untuk memberikan tujuh bayi.

Menceritakan kisahnya, Ny Precious mengatakan bahwa bayi pertama meninggal setelah lima hari lahir menambahkan bahwa "dan setelah menempatkan ke tempat tidur bayi pertama, dokter mengatakan kepada saya bahwa ada lagi bayi dalam kandungan saya."

Bayi-bayi adalah:


anak-anak dari ibu Donatus precious


1)      bayi pertama, 25 Agustus 2009, Amarachi (meninggal setelah lima hari),

2)    bayi ke dua, 6 Mei 2010 (Conqueror atau Penakluk, perempuan);

3)    bayi ketiga, 3 Juni 2010, (Chizitere, perempuan);

4)    bayi keempat, Agustus 16, 2010 (Ekpereamaka, laki-laki);

5)    bayi kelima, 19 September 2010, (Fineseed Angel, perempuan);

6)    bayi keenam, tanggal 19 Oktober 2010 (Evidence atau Bukti, perempuan);

7)     bayi ketujuh, 13 Januari 2011, (Flourish, laki-laki) ,

8)    bayi kedelapan, 2 April 2011, (Ebenezer, laki-laki).




Dan memang kalu ini benar terjadi,,sungguh suatu pertanda dari sang Maha Kuasa atas segala segala sesuatu.Apa yang mustahil untuk manusia adalah bisa untuk Dia.
Dan ibu Donatus ini adalah ibu yang beruntung karena di percaya oleh Tuhan untuk menujukkan kuasa-Nya,dan di pakai secara mujizat untuk mengingatkan kita manusia ciptaan-Nya bahwa tiada satu ke kuasaan yang melebihi dari kuasa-Nya

Kamis, 09 Juni 2011

PRINT SCREEN

“SCREENSHOT”

Oi lae,,gimana  gimana caranya nih ko screenshot tidak berfungsi di laptop ku?,,

      Pertanyaan ini bagian dari perbincangan kami di salah satu jaringan sosial di dunia maya.Dan selanjutnya aku baru tahu kalau OS di laptopnya adalah windows vista home basic, pencarian akar permasalahnnya pun terkuak sudah, ternyata key printscreen ( prt sc )di panellaptop tersebut tidak berfungsi pada windows vista basic.tapi ada cara lain untuk membuat key printscreen tersebut bisa be kerja yaitu dengan penambahan software di laptop tersebut.atau dengan kata lain ada dewa penyelamat yang bisa mengatasi kegalauan hati teman tadi yang berlabel printscreen.me



         

       Tapi dewa penyelamat tak selamanya hadir pada saat dan tempat yang tepat

        Hal itu saya rasakan mana kala saya masih sekolah dulu, dari tingkat SD tidak pernah luput dari 3 besar di tiap kelas sampai ke SLTP.mungkin karena saat itu saya belum mengenal diriku seutuhnya,saya hanya belajar dan membantu orang tua di ladang dan di sawah. Dan hanya bangga kala waktu pembagian rapor tiba. Di sekolah kami dulu setiap murid juara 1 hingga 3 akan mendapatkan buku tulis dan namanya akan di panggil di lapangan sekolah disaat murid dan guru mengadakan semacam pengumuman (berkumpul dan berbaris menurut kelas masing-masing ) tentang para juara-juara kelas dan lamanya hari libur,bangga benar-benar bangga.


be world champion
        Tapi kebanggan itu tidak akan berlangsung lama, karena setibanya di depan orang tua ku baik di rumah dan di sawah mereka akan senang dan bilang itu baru anak bapa/mama,dan,,,,,,,,wajah senang tadi perlahan akan berubah jadi ekspresi yang menyedihkan melihat setetes air mata akan serta merta jatuh dari kelopak mama ku tercinta,dan setiap aku bertanya;”ada apa?”beliau akan selalu berkata bangga punya anak dapat juara.dan hari itu pun berlalu sperti hari-hari sebelumnya.


        Dan tiba saatnya aku ada di jenjang SLTA aku baru menyadari arti dari setiap tetesan air mata bening ibu tercinta mana kala aku dapat juara adalah mencoba memperkenalkan aku dengan diriku sendiri 

.” Nak kamu hanyalah anak seorang petani desa yang bahkan hasil dari panen nanti tidak akan cukup untuk bekal beras kita setahun ke depan sebab akan di bagi 2 dengan yang punya sawah dan itu pun tidaklah luas”

 sebab di desa saya padi bukanlah untuk di jual melainkan hanya untuk kebutuhan beras selama setahun hingga musim panen tahun depan tiba.


        Sama halnya dengan ayah ku tersayang  yang setiap hari senin pagi sudah pergi ke perkebunan (hutan) kemenyan yang jaraknya lumayan jauh yang biasanya di tempuh perjalan setengah hari dengan berjalan kaki itu pun kalau tidak lagi musim hujan,karena untuk menempuh hutan kemenyan ini kita harus melewati 3 kali jurang dan mendaki melewati hutan pinus, dan akan pulang di akhir pekan.


        Dan menjelang matahari persis di atas ubun-ubun kita baru sampai di pondok. Setelah beristirahat sebentar akan di lanjutkan dengan memasak nasi untuk makan siang,”bah,,,ko malah ke kehutan??  Nanti kalu saatnya tiba aku pulang kampung aku janji akan ku posting tuntas tentang  hutan kemenyan.


impianku dulu
        Di  bangku SLTA ini aku baru menyadari aku tidak akan bisa kuliah seperti cita-cita dan impianku sebelumnya.awalnya orang tuaku tidak berani mengatakannya tapi aku mungkin berpikir dewasa sebelum usia ku perlahan dan pasti aku pun memutuskan untuk tidak terlalu fokus sekolah lagi karena itu hanya akan menyakitkan batin ku sendiri,apabila aku selalu mendapat juara tapi tidak bisa kuliah,aku takut orang tua ku malah mengalami depresi padahal aku adalah anak pertama dan punya 5 adik
.

        `saya tidak akan senang apabila aku bisa kuliah adik-adik ku tidak sekolah sama sekali,karena mereka juga punya hak dan tetap tanggung jawab orang tua ku yang miskin ini.
        Dan tak salah lagi peringkat ku di kelas pun turun drastis jangankan 3 besar,5 besar pun tidak pernah lagi tapi masih tetap ada di 10 besar,walau absen ku tidak begitu banyak hanya 3 hari seminggu tidak masuk (hahahahah bukan lagi absen tapi cuti mungkin?) ,atau hanya masuk di jam pelajaran tertentu saja.Bahkan guru PMP pun tak mengenalku bahkan sudah berani menjamin angka 8 di raport ku nanti asal jangan masuk lagi di jam pelajarannya,


        Itu saya lakukan karena aku yakin saat itu tidak ada dewa penolong yang bisa menolong ku agar bisa kuliah,bahkan selama sekolah dari SLTP yang dapat bea siswa supersemar  selalu anak dari guru.


        Hal itu semakin mengenalkan ku akan diriku sendiri,serta memastikan bahwa tidak ada dewa penolong  atau robinhood yang bisa mengantarkan sesuatu ke rumah kami untuk membayar utang ibuku pekan lalu saat bayaran sekolah tiba yakni SPP dan Uang Iuran PRAMUKA sebesar Rp 2.100,-yang sudah nunggak 3 bulan berturut-turut,tapi hal itu biasa di rumah kami.

******************************************************

        Mungkin itu salah satu perbedaan  antara aku dan laptop temanku tadi yang bisa dapat suntikan dana ( software ) cuma-cuma alias gratis untuk mendapatkan tujuannya tadi ( sreenshot )

kamus

·        PMP (Pendidikan Moral Pancasila  sebelum PPKN )
·        Bea siswa super semar ( bea siswa yang tenar kala itu sebelum orang yang kubanggakan selain orang tuaku di lengserkan para orang haus kekuasaan yang mengatas namakan reformasi atau repot masih,bapak SOEHARTO)

Kamis, 02 Juni 2011

SELAMAT JALAN ,,,,

“Ketipung gendang terakhir mu”

  
Adanya pertemuan pastinya ada perpisahan,itu mutlak.
Segala sesuatu yang berawal selalu berakhir,tiada yang kekal kecuali Yang Maha Esa.dan lumrah setiap insan manusia beharap segala sesuatunya itu berakhir bahagia (happy ending).

          Perpisahan kita saat itu ( march 2010 ) kurasakan membawa kebahagian diantara kita masing-masing dimana bapak dan 4 orang teman kita yang lain akan terbang ke suatu daerah di DELTA STATE yang kita sebut dengan DN 55. Membawa pengalaman baru dengan teman baru dan komunitas baru yang pasti di Negara kita tercinta ( kaya dengan koruptor bukan minyak seperti naija ) susah untuk mendapat hal yang seperti ini dan yang paling utama adalah fuluss ( uang ) yang beda juga ( + 25 % ? ).

          Tak ubahnya seperti bapak dan teman kita yang lain saya pun dengan 3 teman kita yang lain ( budiono,nimrot,H yacub ) merasakan hal yang sama karena kami juga akan meninggalkan tempat kita yang lama ( DN 54 ) ke tempat baru ( DN 57 ) ogu base masih di BAYELSA STATE yang kini sudah di tempat yang baru lainnya di OGBAINBIRI.

          Awal dari perpisahan kita sampai minggu kemarin ( minggu ke dua di bulan Mey ) komunikasi antara kita masih lancar dan masih di bumbui canda tawa khas bang Toyib.kita sering bercerita dan membuka kembali kenangan-kenangan indah selagi bersama di DN 54 kala kita masih bersama.lebih dari 200 hari atau hampir setahun kita lalui di sana,banyak sudah kambing yang sudah kita jadikan sate dan maskan khas Indonesia lainnya,banyak sudah minuman keras kita jadikan pengantar lagu dan canda tawa untuk sejenak melupakan kerinduan akan keluarga kita yang kita tinggalkan nan jauh di sana.

          Masih ingat di kala malam-malam penuh canda mulai dari canda orang sadar sampai hiburan yang datangnya spontan karena ulah teman yang mungkin kadar alcohol dalam tubuhnya sudah di ambang normal,striptease teman kita yang mungkin posisi sadar mustahil untuk dilakukan,aksi dramatis dari teman kita yang lain dengan memakan beling,menjilat bara api hingga menantang tentara untuk menmbakkan AK 47 ke badannya tapi untung saja tentara tersebut tak merasa tertantang,ingat seorang mas YANTO yang minta ampun sama batin istrinya karena untuk pertama kalinya mabuk dan muntah sejadi-jadinya.

          Atau masih ingat teman yang sampai buang air besar di celananya sambil teriak-teriak?? Sama juga karena kedahsyatan sesuatu yang bernama alcohol.

Semua ini terjadi selalu di awali dan di selingi dengan tabuhan gendang mu dan alunan nada dari gitar yang kadang di mainkan bergiliran tapi untuk urusan gendang selalu kami percayakan ke bapak.

Tapi itu  sudah beberapa waktu yang lalu  ......................................................................................................................................................

Inna lilahi,,,kata awal di saat telponku selesai melantunkan nada deringnya saat aku pencet tombol penjawab di handphone ku,,dan salah seorang teman menjelaskan semuanya tanpa ada kata Tanya bisa terucap dari bibir ku,kaku dan bisu.tak satu kata pun terucap dari bibirku hingga teman yang menelphone pun memutus pembicaraan tadi.

          Terdiam sejenak dan aku pun mencoba mengkonfirmasi dengan teman yang lain dan semua mengatakan hal yang sama bahwa engkau sahabat dan partner kerja ku telah berpulang ke hadirat yang maha empunya.diabetes kata mereka yang menjadi tiket pengantar mu sahabat,,saya masih ingat luka bakar kecil di kakimu akibat dari potongan besi panas,dan hingga sampai sobat berangkat pulang ke Indonesia karena dinyatakan unfit oleh dokter tempat kerjamu.

          Kini dan beberapa kali sebelumnya gitar kita kala itu yang kini juga masih di kamarku,kembali aku mainkan seraya mengingatmu,
Kawan selamat jalan kawan tiada kata lain bisa terucap dari bibir ini,

Kami sahabat mu dari DN 55 dan DN 57 mengucapkan selamat jalan teman kami semoga arwah mu di terima di sisi-Nya dan di berikan Roh penghiburan untuk keluarga yang di tinggalkan,,
Terimalah penghormatan terakhir kami untuk:
BAPAK DARMANSYAH,
tabuhan terakhir